Pantai Bandealit

Setelah minggu lalu (Sept 3&4, 2011) dari Bromo dan pasir berbisik, Ahad kemarin (Sept 11, 2011) saya diajak gan Arielz bersama Eva dan Dedew, untuk berwisata ke Pantai Bandealit. Pantai yang masih sangat super duper bersih bila dibandingkan dengan pantai Watu Ulo atau Tanjung Papuma di Jember. Sebelum saya nyampe dimari, ada pertanyaan yang mengganggu saya. Apakah sebab pantai ini kelewat bersih? Hal serupa dikatakan 3 orang yang berbeda tentang kebersihan pantai Bandealit ini.

Bandealit7

Ternyata yang menjadi kendala adalah infrastrukur jalan. Saya bisa memaklumi ini. Loh kok? Iya, saya bisa memaklumi jalanan menuju pantai Bandealit yang "dibiarkan" rusak sejak jaman Belanda, karena faktor perkebunan. Kok bisa? Karena dengan jalanan dibiarkan rusak, itu juga bentuk pencegahan dari pencurian hasil perkebunan. Pantai Bandealit ini berada di lingkungan Taman Nasional Meru Betiri penghasil kopi, coklat, jati dan karet. Saya teringat ucapan temen mendiang bapak saya yang bekerja sebagai sinder di perkebunan Silosanen. Bahwa jika jalanan perkebunan dibuat bagus, itu sama halnya mempersilahkan pencuri untuk mengambil hasil perkebunan yang bernilai ratusan juta (bahkan lebih). Satu-satunya solusi agar Pantai Bandealit ini banyak pengunjungnya dengan membuka jalan baru tanpa melewati perkebunan Meru Betiri.

Entah kapan?

(download)

Foto taken from : Ariel Soenarto Photostream

Meta